Karate Kid

Hahhaa!!! Kalo ini sih namanya lagi rejeki. Kemaren itu padahal rencananya udah mo pulang. Tapi masih tertahan di kampus karena ada temen yang masih sibuk ngurusin kelengkapan sidang. Ehhh Nenda telfon trus bilang kalo diajakin ama Brando nonton Karate Kid di Sun Plaza. Segeralah kami bersiap-siap menunggu Brando pergi membeli tiket. Hihihi kurang ajar memang. Udah ditraktir, ga mo ikutan antri tiket juga :p. Karena rame, tapi hasrat menonton sudah sangat besar, maka walau dapet seat paling depan dan terpisah dengan Brando juga dijabanin.

*The Karate Kid remake. Film yang dibuat tahun 1984 dibuat ulang dengan actor Jaden Smith (anak Will Smith), Jackie Chan, dan Taraji P Henson. Film ini adalah Francise yang paling laku dijamannya hingga dibuat sampai tiga sekuel. Satu yang saya ingat dari Film karate Kid, Soundtracknya. Glory Of Love Peter Cetera (The Karate Kid 2)

Film Karate Kid yang diproduseri oleh Will Smith ini mengetengahkan seorang anak Amerika bernama Dre (Jaden Smith) yang harus pindah ke China bersama ibunya Ny. Parker (Taraji P Henson). Di China Dre bertemu seorang anak perempuan bernama Mei Ying. Perkenalan mereka berujung pada perkelahian Dre dengan teman sekelas Mei Ying. Bermula dari inilah Dre menemukan lingkungan yang tak bersahabat dan selalu mengolok-ngoloknya. Hingga tiba suatu hari Dre bertemu Mr. Han (Jackie Chan), petugas perawatan gedung tempat ia tinggal. Dari Mr. Han lah Dre mempelajari ilmu bela diri.

Dre kecil mempertanyakan esensi bela diri itu sebenarnya. Ia memprotes bagaimana teman-temannya menggunakan Kung Fu untuk melakukan tindak kekerasan.”Pertarungan sesungguhnya adalah upaya menghindari pertarungan “ jelas Mr. Han. Dre masih belum menerima penjelasan itu. Ia menilai teman sekolahnya tidak melakukan upaya menghindari pertarungan. Bukan kung fu atau anaknya yang salah, tapi guru yang mengajarkannya bodoh, kataMr.Han.

“Mengapa kita tak mengatakan langsung pada guru mereka”Tanya Dre yang kemudian diiyakan oleh Mr.Han. Keduanya lantas ke perguruan kung fu tempat teman-teman Dre berlatih. Namun yang mereka temukan adalah sebuah tantangan bela diri dalam sebuah turnamen karate. Dan disinilah cerita kemudian berlanjut.

Mr. Han membuat kesepakatan dengan pimpinan gang bahwa jika mereka membiarkan Dre berlatih kung-fu, Dre akan menghadapi mereka di turnamen kung-fu. Merahasiakan gelar ahli kung-fu nya, Mr Han mengajarkan Dre teknik-teknik kuno tetapi efektif yang membuat Dre siap menghadapi Ayah Ying dan kelompok Cheng di turnamen bela diri

Naaaaahhh… Jaden Smith bener-bener bagus aktingnya. Cute juga, hihihih…. secara saya juga menggemari Will Smith (papanya Jaden Smith). Anak sekecil itu udah punya otot dan gerakannya lincah. Jaden memang berlatih kungfu dan ternyata sudah mengenal ilmu bela diri sejak umur 3 tahun. Pantas saja gerakannya luwes dan tidak kaku.

Jackie Chan juga disini terlihat lebih kebapakan dan serius juga gamang. Mungkin karena di film ini Jackie Chan berperan sebagai lelaki yang hidup sendirian dan menyepi setelah ditinggal mati istri dan anak lelakinya pada satu kecelakaan.

Sebagai seorang Ibu, saya merasa gerakan-gerakan kungfu di film ini terasa terlalu keras untuk ukuran anak 12 tahun. Saya sampai miris sendiri membayangkan kalau anak lelaki saya yang menjadi Dre yang hampir setiap harinya dikeroyok dan dipukuli oleh musuh2nya yang jago kungfu. Pasti rasanya sakit sekali. Dan saya rasa seharusnya film ini berjudul Kung Fu Kid bukan karate Kid. Karena sesungguhnya yang disajikan adalah sebuah lakon kung fu.

Tetapi akting dan gerakan tubuh Jaden memang sangat alami sekali. Jaden digambarkan sebagai seorang anak yang punya kemauan yang sangat keras untuk mengalahkan rasa takutnya. Sesekali berfikiran dewasa dan sesekali menunjukkan sisi kanak-kanaknya. Saya suka pada saat akting Jaden menangis karena menahan sakit pada saat dipukuli oleh musuh-musuhnya. Itu menunjukkan walaupun film ini menceritakan tentang seorang anak yang akhirnya jago kungfu, tetapi dia tetaplah anak-anak yang masih menangis pada saat menahan rasa sakit.

Tapi terlepas dari semua itu, saya menikmati film ini. Saya menyukai ending saat anak-anak yang kalah di turnamen memberikan penghormatan kepada Mr. Han. Inilah esensi kung fu sebenarnya bagaimana bersikap dan berperiaku baik kepada diri maupun orang lain. Kung fu itu ada dalam diri kita. Ada dalam setiap perilaku kita.

Banyak joke-joke yang diselipkan sehingga sangat menghibur. Namun pada beberapa scene memiliki pemaknaan mendalam. Misalnya kalimat “ Jika Hidup mengalahkanmu, kamu bisa memilih bangkit atau kalah”.

Akhir kata : bener-bener film yang pantas di rekomendasikan. Segeralah ditonton

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s