Kita [tidak bisa] menyenangkan semua orang

Terlalu banyak omongan dan gunjingan orang yang bertebar di luar sana.
Tentang saya, tentang kamu, tentang kita, tentang kalian.
Dan bukan sekali ini juga kita pasti merasa masa bodoh dengan omongan orang-orang itu. Omongan yang kalau terlalu didengarkan malah membuat sakit kepala dan sakit jiwa.
Mereka sering merasa kalau mereka paling tau mengenai diri kita. Mereka merasa merekalah yang paling pantas untuk menilai kita. Mereka merasa merekalah yang paling tau apa yang harus kita lakukan.
Dimana privacy itu? Atau katakanlah mereka tau sesuatu. Setidaknya mereka bisa menutup rapat-rapat dan bukannya malah menjadikan “sesuatu” itu sebagai alat untuk menyerang kita atau malah menjadikan “sesuatu” itu sebagai bahan cerita disaat mereka sedang berkumpul.
Ini bukan hanya tentang saya. Tapi saya yakin ini juga terjadi pada sebagian orang.
Yang ada sekarang adalah, membesarkan hati, karena tidak mungkin kita bisa menyenangkan semua orang.
Pada akhirnya..
Setiap orang memiliki keinginan, dan kita tidak mungkin bisa memenuhi keinginan semua orang, sesuatu yang kita perbuat bisa jadi akan bernilai baik bagi sebagian orang, namun bisa jadi akan berdampak buruk bagi sebagian yang lain.
Tapi jangan kemudian kita merasa bersalah karena telah merugikan orang lain. Fokuslah kepada kebaikan, karena lambat laun orang-orang yang merasa dirugikan itu akan bisa memahami keputusan kita.
Ambillah hikmah dari setiap kejadian yang kita alami. Bukan hanya dari setiap kejadian yang buruk, tetapi juga dari kejadian yang baik.
Tugas kita hanyalah membuat keputusan terbaik, dan kemudian bekerja dengan kemampuan terbaik. Hormatilah setiap keputusan orang lain. Karena hanya kita sendiri yang paling tau apa yang terbaik untuk kita.
Advertisements

5 thoughts on “Kita [tidak bisa] menyenangkan semua orang

  1. Begitulah.. selalu mau tau urusan orang, cuma bisa komen, tanpa tau apa yang kita jalanin, kita rasain.. *Berusaha menutup kuping sama omongan negatif* :DI feel youuuuu!*peluuuuuk*

    Like

  2. Betul banget, Say.. Kadang kita juga butuh ruang buat diri sendiri, jadi diri sendiri ya..Pernah dalam kondisi kaya gitu juga.. Sedih sih awalnya, kaya disalah-salahin, tapi lama-lama aku cuekin ajalah, yang menjalani dan tahu kondisi sebenernya kan kita.. 😀

    Like

  3. Waaaa kompakan yaaa … iya, lebih baik mendengar komen yang membangun dari orang2 yg tdk punya niat menggurui atau cuma sok tau dan sok ikut campur 😀

    Like

  4. Iiihhh Windi, aku kok gak bisa bukak website ini di laptop ya?! Pesannya koneksi ke laman ini diragukan keamanannya, nah lho…(Alfa Lubis)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s