Jika

Darren membangunkan Ayunda yang tertidur di sampingnya.
“Ayu.. Bangun, Yu..”
Ayu menggeliat sebentar lalu perlahan matanya terbuka.
“Udah nyampe ya?”
“Belum. Kita berhenti sebentar. Supirnya mau makan sekalian istirahat. Kita turun juga yuk”
Ayunda merentangkan tangannya ke atas, melihat sekeliling. Beberapa penumpang terlihat tertidur pulas dan sebagian lagi sudah memesan makanan dan minuman hangat di rumah makan yang mereka singgahi.
Ayunda kemudian membetulkan jaket yang dipakainya dan menggamit lengan Darren.
“Ayo deh. Laper nih.”
Darren mengikuti langkah Ayunda menuruni bis dan memasuki rumah makan.
Setelah memesan makanan, Ayunda mengeluarkan handphone dari saku jaketnya.
“Tadi Andy telfon kamu.”
Ayunda mendongak. Suara Darren kecil sekali.
“Apa? Siapa yang telfon?”
“Tadi Andy telfon. Aku jawab trus bilang kalo kamu lagi tidur.” Ujar Darren.
Wajah Ayunda menegang. Cepat dia menekan tombol-tombol di handphonenya dan bergerak menjauh ke arah jalan.
Dari tempat duduknya, Darren melihat Ayunda sedang berbicara dengan seseorang di handphonenya. Ayunda pasti menelfon Andy. Dan mereka pasti bertengkar. Darren tersenyum kecil.
Tak lama, Ayunda kembali. Wajahnya gusar.
“Brengsek banget deh. Masa Andy marah-marah. Katanya, ngapain aku tengah malam begini barengan kamu. Pake acara tidur segala. Waktu aku mau jelasin, dia tambah marah.”
“Mungkin Andy salah paham, Yu” Darren berusaha menenangkan.
“Gak ngerti nih Andy belakangan ini sering ngajak berantem. Masa dia cemburu sama kamu. Ada-ada aja deh.”
Darren diam dan mengaduk-aduk teh manis hangatnya.
“Darren, kamu udah bilang ke Andy kalau kita mau ke Jogja kan?”
Darren mengangguk pelan.
“Udah. 4 hari sebelum kita berangkat.”
Ayunda mengaduk-aduk minumannya dengan kasar. Wajahnya masih tampak kesal.
“Yaudah. Nanti sepulang kita dari Jogja, kamu jelasin ke Andy. Biar dia gak cemburu lagi.”
“Gak akan. Andy udah aku putusin!”
Ayunda terlihat geram saat mengucapkan kata “putus”.
Darren menahan bibirnya agar tidak tersenyum.
“Terserah kamu,Yu. Jangan marah-marah lagi donk. Kita kan ke Jogja mau liburan”.
Ayunda menghela nafas dan segera meraih piring makannya.
Akhirnya mereka putus. Darren puas. Puas sekali.
Pada saat Darren akan menyuap nasi ke mulutnya, kursinya terasa berguncang.
Darren membuka matanya. Melihat sekeliling dan baru sadar kalau dia masih berada dalam bis. Kursi sebelahnya kosong.
Darren mendengus kesal. Tadi terasa nyata sekali.

Advertisements

5 thoughts on “Jika

  1. @dinosalurus @fenty hehehehehe.. Ini niat jelek yang gak kejadian, masi pake nama Ayunda. Duuhhh kalo jeung fenty yang komentar, aku keringat dingin ee, hahaah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s