Kamu

“Kamu seharusnya tidak perlu semarah ini!” Seru Andy.

“Kamu bisa lihat, aku tidak marah. Aku cuma kasi liat ke kamu kenyataan.”

“Aku tidak pernah nyaman dengan teman-teman kamu. Aku tidak nyaman dengan tatapan mereka. Mereka tidak pernah menerima aku.”balas Ayunda.

“Kamu cuma berprasangka.” Andy masih terlihat gusar.

“Kamu yang tidak peka. Kamu tidak pernah peduli bagaimana aku harus bergaul dengan teman-temanmu.”

“Kalau kamu perhatian, kamu pasti tau, belakangan ini setiap ada kumpul-kumpul di rumah kamu, aku kemana. Aku menghabiskan waktu dimana.”

Andy cuma diam.
Ayunda melanjutkan.
“Aku di dapur, aku di kamar. Aku ngobrol dengan Bunda. Berbicara dengan Bunda lebih nyaman daripada aku harus membaur dengan teman-teman kamu.”

“Kamu gak tau kan? Karena kamu tidak mau tau. Dan coba kamu ingat. Apa kamu pernah membela aku di depan teman-teman kamu? Gak pernah! Sekalipun tidak. Kamu cuma diam. Diam Ndy.. Dan seharusnya kamu tau kenapa aku nolak kamu sekarang. Kamu harus tanya hati kamu, baru kamu bicara lagi dengan aku. Hati kamu belum siap!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s