Damai

1 kotak rokok telah kuhabiskan tanpa terasa. Aku menghisap tanpa menikmati kepulan asapnya memenuhi rongga dadaku.

“Yuda! Jangan!”

Malam memelukku. Erat sekali hingga nafasku sesak. Pekat, tapi mataku masih nanar menatap bulan.

“Aku sudah bilang supaya dia jangan kesini. Dia tidak mendengarku! Otaknya sudah gila!”

Riuh sekali disana. Tapi terdengar seperti nyanyian sunyi yang indah. Aku merentangkan kedua tanganku. Menghirup dalam-dalam luapan kebebasan. Damai.

“Yudaaa! Menjauh dari pinggir!”

Mengosongkan otak adalah hal terakhir yang harus kulakukan agar damai ini abadi. Perutku bergejolak mengikuti suara-suara dibelakangku. Dadaku meletup bahagia membayangkan tempat baruku nan indah.

Sebentar saja aku sudah merasa ringan, seperti kapas yang tertiup angin.

pic from  here

“YUDAAAAA!!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s