Paris

“Aku berangkat ke Paris saat umurku 20 tahun”
Pak Tua memandang kumpulan anak-anak jalanan yang mengerubunginya dengan semangat.
“Dari kecil, aku sangat ingin sekali melihat menara Eiffel dari dekat. Menyentuhnya. Merasakannya. Dan mimpiku itu terkabul!”

“Kau pernah merasakan salju?” Tanya Pak Tua kepada anak di depannya yang kemudian menjawab dengan gelengan.
“Aku merasakan salju pertamaku di Paris. Saat itu musim dingin dan aku berencana akan berjalan-jalan ke Museum Musee du Louvre. Dan tiba2 ada butiran es yang menyentuh hidungku. Dingin. Seperti menggigit, tapi rasanya nyaman sekali.”

Anak-anak jalanan itu masih saja tekun mendengarkan cerita Pak Tua.

“Aku juga sering berkeliling di taman bunga Roseraie Du Val De Marne. Bunga2 mawar disana akan mulai berkembang sekitar bulan Juni, yaitu saat matahari dan udara di paris sedang hangat-hangatnya. Cantik sekali.”

“Kakek, aku juga ingin ke Paris.” Celetuk seorang anak.

Pak Tua terdiam dan menghela napas berat.

“Ya. Aku juga.”

Disampingnya bertumpuk buku-buku tentang Paris.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s