Rumahku Rumah Mama

Judulnya pliiiisss, hehehehe. Tapi ya memang begitulah adanya. Masi numpang di rumah Mama.
Hari libur begini, kerjaan rumah nggak ikutan nyepi. Malah jadi rame. Karena kalo hari kerja, jujur aja, nggak semua bisa kepegang.
Tadi sih cuma beres-beres rumah kayak biasa aja. Pas lagi duduk kecapean, jadi mandangin ruang tamu. Liat kanan liat kiri. Atas bawah :D.
Aku termasuk yang suka ama selera Mama dalam mendandani rumah. Banyak kayu-kayu, barang unik, kendi-kendi. Dan ya ituuu, barang vintage. Waktu dulu masih tinggal di Sumbawa, di rumah banyak guci dan piring antik yang memang dibeli Mama dari penjual barang antik. Dulu, kami punya tempat air, dari kendi biasa, ditutup pakai kayu dan centongnya juga terbuat dari kayu. Unik. Tapi mengingat Sumbawa – Medan itu jauh dan dikhawatirkan guci-guci itu pecah, jadi pada dijualin lagi. Tapi kebetulan di rumah sekarang, memang ada beberapa barang peninggalan dari Nenek dan Opung, hehehe.
Itu tuh kayak lemari buku yang ada di kiri, itu lemarinya Opungku dulu. Sekarang sih isinya tetep buku-buku, dan yah buku-bukunya alm papa. Lumayan kuat, padahal umurnya udah puluhan tahun. Belom ada dibenerin, beneran belom diapa-apain dan masih bagus. Mungkin karena terbuat dari kayu jati ya.

Di kiri itu tuh lemari buku kepunyaan si Opung dulu

Meja makan beserta kursinya juga termasuk barang daur ulang. Peninggalan opung juga. Tinggal diganti bantalan kursinya, di vernis ulang, keliatan seperti baru lagi. Kami memang menghindari pemakaian perabot yang dominan berbahan kain yang tidak bisa di lap, karena ditakutkan bakal menyimpan debu. Rumah kami kan tidak pakai AC.
Tapi mungkin karena penggunaan kayu yang termasuk banyak di ruang tamu dan ruang keluarga, ruangannya terasa lebih adem, lebih sejuk.
Yang buat aku pusing, cuma karena hobi mama yang suka beli pernak-pernik, kecil-kecil dan banyaaakk. Kalo dipajang sih cantik, lucu. Tapi pusing kalo harus membersihkannya satu per satu. Si Mama paling cerewet kalo liat rumah kotor dan berantakan. Tapi ya itu, bisa seharian membersihkan pajangan-pajangan mini Mama.

Ruang tamu. Itu dia kursi yang udah diganti lapisan bantalannya
Ruang tamu
Ruang tvsekaligus gudangnya Raffi. Dirapihin dikit, eh berantakan lagi :))
Dapur sedikit penuh 😀
dulunya ini garasi, tapi karena panjang dan masi banyak ruang, dijadiin ruang makan
Tempat sholat, di samping ruang makan
Kamar aku ama Raffi. Banyak tempelan sticker dimana-mana :))

Semenjak Raffi lahir, barang-barang imut dan banyak itu pelan-pelan mulai disingkirkan dan disimpan dalam kardus. Semoga Mama nggak berniat mengeluarkannya lagi :)).
Yaahh, inilah rumah yang kami tinggali selama hampir 20 tahun ini. Sederhana, tapi menyenangkan.
Jadi, sulaplah rumahmu senyaman mungkin, karena disitulah tempatmu pulang.

Home sweet home. No place like home :).

Advertisements

10 thoughts on “Rumahku Rumah Mama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s