Dilema

“Aku cinta kamu!”
Itu isi sms Bayu kemarin dan aku bingung bagaimana harus membalasnya.

Aku cinta Bayu. Sangat cinta. Tapi aku sangat takut untuk melanjutkan perasaanku.

Aku membayangkan wajah Ibu yang sangat keras dalam mendidikku. Beliau pasti akan marah kalau aku bilang tentang hubunganku dengan Bayu.

Apalagi Bapak. Bapak tidak pernah setuju dengan pilihanku. Semuanya salah. Aku selalu disalahkan.
Sepertinya Ibu dan Bapak malu punya anak sepertiku.

Aku menarik nafas dan melepaskannya dengan berat.
Aku sudah dewasa. Aku juga punya pilihan atas hidupku.
Aku capek diatur Bapak, Ibu dan kakak-kakakku.
Aku akan memilih Bayu.

Kutatap bingkai foto di atas rak. Ada fotoku dan Bayu sedang berpelukan. Itu saat kami memenangkan olimpiade Matematika di SMU kami dulu. Masih jelas tulisan di bawah foto. Aku yang menuliskannya dengan spidol hitam.

“Lomba Olimpiade Matematika SMU Nusa Bangsa tahun 2009. BAYU dan FARID”.

Advertisements

One thought on “Dilema

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s