Sehabis Hujan

“Aku selalu ingin melukis pelangi”

Seorang anak muncul dihadapan Melati. Sepertinya dia duduk disebelah Melati.

“Kamu suka melukis?”

“Suka sekali. Dulu aku betah duduk berlama-lama di taman ini sehabis hujan hanya untuk menunggu pelangi datang”

Melati menghela napas berat.

“Aku juga. Bayangkan lekukannya yang indah, tarikan garisnya yang sempurna, menyatu dengan langit dan bumi.”

“Aku selalu membayangkan pelangi diiringi suara tetesan air di genting, sisa hujan, dan aroma tanah sehabis hujan. Pelangi menjadi semakin indah.” Sambung anak tadi.

“Betapa beruntungnya mereka yang masih bisa melihat pelangi. Bukan hanya membayangkannya saja.”

Melati tertegun.

Perlahan digerakkannya tongkatnya ke samping dan terdengar suara berdenting.

Sent from my MochiBerry®

Advertisements

4 thoughts on “Sehabis Hujan

  1. Cerita yang menarik. Sy selalu suka gaya menulis mu mbak…dari dulu sampe skrg. Kmu juga kan June??*colek si June yg lagi ngopi di pojok* wkwkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s