Maleficent Review

maleficent_2014_movie-1680x10501

Oke. Film ini sebenarnya bukan film baru, tapi untuk teman-teman yang belum menontonnya, saya ceritakan sedikit ya.

Alkisah ada seorang peri anak-anak yang tinggal di sebuah hutan rahasia bernama Moors jauh dari kastil kerajaan. Peri yang bernama Maleficent ini hidup bahagia bersama makhluk-makhluk ajaib di hutan tersebut. Maleficent tidak mempunyai ayah dan ibu, tapi tidak pernah kesepian di hutan itu. Wajahnya cantik dan hatinya baik. Dia mempunyai sayap yang besar yang mempunyai kekuatan tak tertandingi. Maleficent tumbuh menjadi pelindung bagi Moors. Suatu hari, seorang anak kecil bernama Stefan berusaha masuk ke Moors dan mencuri sebutir berlian.Pencurian tersebut diketahui oleh Maleficent dari penjaga gerbang Moors, hingga akhirnya Ia meminta kembali berlian itu.

Kemudian Stefan dan Maleficent bersahabat. SaatMaleficent berusia 16 tahun, Stefan memberikannya ciuman yang dinamakan ciuman sejati. Maleficentpun mulai mencintai Stefan dan sejak itu selalu menunggu pria tersebut di Moors. Tapi, Stefan punya ambisi untuk menjadi penguasa di kerajaan. Ia pun menjadi salah satu pengawal raja Henry. Stefan melakukan berbagai cara agar bisa menjadi raja.

Stefan mengelabui Maleficent sehingga bisa mengambil sayap Maleficent dan menyerahkan kepada Raja Henry. Stefan kemudian diangkat menjadi raja dan menikahi Putri Henry.  Maleficent menderita kesakitan karena kehilangan sayapnya. Tapi kemudian Maleficent bangkit dan memulihkan kekuatannya. Tapi kini Maleficent bukan Maleficent yang baik hati seperti dulu. Hatinya dipenuhi dendam dan sakit hati.

Kemudian istri Stefan melahirkan seorang putri yang bernama Aurora. Di hari pembaptisan Aurora, Maleficent mendatangi kerajaan dan mengutuk bayi tersebut. Seperti naskah aslinya, kutukan yang diberikan Maleficent adalah di usia 16 tahun, Putri Aurora akan tertusuk jarum mesin pemintal dan akan tertidur selamanya. Ia hanya akan terbangun oleh ciuman sejati.

Karena takut akan kutukan itu, Stefan mengungsikan Aurora ke hutan dan dirawat oleh tiga peri kecil. Kehidupan Stefan dihantui rasa takut akan kutukan itu. Sementara itu, Maleficent selalu mengawasi keseharian Aurora dan tiga peri yang sama sekali tidak pintar mengurusnya. Keluguan dan kelucuan wajah Aurora berhasil mengubah dendam Maleficent secara perlahan lahan. Bahkan penyihir yang sakit hati ini selalu melindungi Aurora dari kejauhan, dan menghadirkan kelucuan saat ‘menjahili’ ketiga peri yang mengasuh Aurora.

Aurorapun tumbuh remaja dan pada akhirnya bertemu secara langsung dengan Maleficent. Maleficent melihat kesamaan dirinya dengan gadis itu dan semakin menyayanginya. Dendam itupun telah sirna dan Maleficent berusaha menarik kembali kutukan yang diberikannya, namun tidak bisa. Sementara itu, Aurora  semakin akrab dengan Maleficent yang disebutnya sebagai Ibu pelindung. Dan semakin sering berkunjung ke Moors yang tidak terlalu jauh dari pondoknya.maleficent-8

Sehari sebelum ulang tahun yang ke-16 Aurora akhirnya mengetahui asal-usulnya dan kutukan tersebut dari tiga peri pengasuhnya. Setelah mengetahui Maleficent yang mengutuknya, Aurora beralih membenci Maleficent. Aurorapun pergi meninggalkan pondoknya menuju kastil raja. Melihat putrinya yang datang, Stefan langsung mengurung Aurora sebagai wanti-wanti akan kutukan itu.

Sementara itu, Maleficent mencari seorang pria yang bernama pangeran Philip yang sebelumnya pernah bertemu dengan Aurora. Walau tak percaya dengan adanya Ciuman sejati, Maleficent berusaha menyelamatkan Aurora melalui Philip. Sesampainya di istana, Philip mencium Putri Aurora. Namun sayangnya kutukan itu tidak pudar, Putri Aurora tetap tertidur. Putus asa, Maleficentpun menyesali perbuatannya yang kejam. Sambil mengucapkan selamat tinggal, Ia mencium kening Aurora. Dan keajaibanpun terjadi, Aurora tersadar dan kutukan itupun berakhir.

Ini yang saya suka dari film ini. Ceritanya berbeda dengan sleeping beauty. Peri jahat yang digambarkan disini adalah seorang peri yang sebenarnya sangat baik hati tetapi disakiti sehingga menjadi penuh dendam dan kebencian. Penyihir jahat disini digambarkan berbeda dengan penyihir jahat lainnya.

Dan, cinta sejati itu bukan hanya datang dari sosok seorang Pangeran tampan, tapi dari kasih sayang seorang Ibu Peri Pelindung yang sangat menyayangi Aurora.

Ini tontonan keluarga yang bagus untuk akhir minggu seperti ini.

Saya beri 4 bintang untuk film ini.

 

Advertisements

2 thoughts on “Maleficent Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s