Pemandian Alam Aek Manik

Setelah sering mendengar nama Sidamanik, akhirnya saya sampai juga disana.
Rapat tahunan kantor saya, kebetulan sekali mengambil tempat di perkebunan teh Sidamanik, Simalungun, Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Kami menginap di mess PTPN IV, yang lokasinya tidak jauh dari Pemandian Alam Aek Manik dan Air Terjun Bah Biak, yang memang sudah direncanakan untuk dikunjungi setibanya di Sidamanik.

Processed with VSCOcam with c1 preset
Mess tempat kami menginap
Processed with VSCOcam with c1 preset
Kebun teh

Walaupun sudah sedikit sore, tapi kami berkeras untuk bergerak karena takut kalau besok tidak ada waktu kesana. Berbekal informasi dan foto foto yang lumayan lengkap dari Medan Wisata, kami pun berangkat. (untuk rute lengkap bisa dilihat di website Medan Wisata ya. Soalnya saya lupa foto :D).
Dilihat dari jalan masuknya, orang gak akan menyangka kalau di dalamnya ada tempat pemandian. Jalannya juga cukup jelek. Berbatu batu, licin dan sempit. Tempat pemandian yang benar-benar tersembunyi. Tidak ada biaya parkir, hanya uang masuk 2500 rupiah untuk dewasa dan anak-anak 1000 rupiah per orang. Cukup murah ya.
Dari atas, tempat kami memarkirkan mobil, tidak kelihatan pemandian apa-apa. Ada tangga turun yang licin karena kebetulan hari itu habis hujan. Lumayan jauh ke bawah, hampir mengeluh, dan itu saya urungkan waktu melihat air yang biru di bawah sana. Cantik sekali.

Processed with VSCOcam with c1 preset

Well, tadinya saya tidak berencana untuk mandi, karena mengira tempat pemandian itu akan seperti tempat pemandian lain yang banyak sekali pondok-pondok. Dan seketika saya menyesal karena airnya yang jernih seperti memanggil-manggil. Dan yaa, saya nyebur. Soal pulang, dipikirkan nanti saja :))

Yang terpikirkan saat itu, saya seperti sedang berada dalam pemandian raja-raja atau putri. Dan ternyata benar, tempat itu adalah mata air tempat pemandian raja Sidamanik dan keluarganya. Pantas saja suasananya berbeda. Tempat pemandian yang dikelilingi pepohonan tertutup. Tidak banyak cahaya yang masuk. Tapi jika saja kami datang di pagi hari, pasti akan ada cahaya matahari masuk melalui sela-sela pohon. Pasti bagus sekali.

Processed with VSCOcam with c1 preset
Di ujung kanan, disediakan 2 bilik untuk bertukar pakaian
Processed with VSCOcam with c1 preset
Mata air yang lumayan deras dan dingin

Airnya jernih. Pasirnya putih. Batu batu apung yang tidak licin. Air yang mengalir deras dan dingin. Seperti kolam dengan mata air. Benar-benar membuat enggan beranjak. Alhamdulillah saat kami datang, memang sudah sore, jadi hanya ada kami disana. Dan Ibu-Ibu penjual minuman yang membuat pondokan di sudut kolam.

Yang membuat saya suka berada disana, tidak ada pondok pondok dengan terpal yang merusak pandangan mata. Hanya ada kayu, air, batu dan daun. Kalau beruntung, bisa melihat ikan mas yang hilir mudik di ujung kolam. Tempat untuk bertukar baju ada 2 bilik, disediakan di ujung kolam.

Waktu kami memang sedikit sekali, dan saat itu sudah hampir maghrib. Tidak enak rasanya berlama-lama disana sampai gelap. Dengan berat hati, memutuskan untuk kembali ke mess dengan baju basah :)).

Processed with VSCOcam with c1 preset
Pulang basah-basahan. Yang penting puas :))
Advertisements

2 thoughts on “Pemandian Alam Aek Manik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s