Aku ingin bercerita, June

Apa kabarmu?
Rindu rasanya bercerita dan berkeluh kesah seperti yang sering kulakukan dulu. Saat ikatan waktu masih terasa melegakan dan tidak mencekik seperti belakangan ini.

Aku rindu kita yang dulu. Saat masih bisa bercerita tanpa jeda dan campur tangan hati. Tidak ada keharusan yang membuat kita selalu berangkulan atau bergandengan tangan melewati semua petikan hidup. Berjalan seperti normalnya nafas.

Kau mencariku, June?

Aku sedikit melupakanmu. Sedang bermain-main dengan emosi dan akhirnya terjatuh dalam kubangan hati.

Memuakkan bukan?

Karena hidup bukan hanya soal itu. Remeh temeh yang bagi sebagian orang, bisa membuat jantung berketuk dengan ritme diluar kelaziman.

Ini yang kau maksud dengan menjadi dewasa?

Melapangkan hati selebar-lebarnya, mendinginkan kepala yang berasap, ikhlas yang tak henti-henti.

Mereka yang berkali-kali datang sempat menebar cerita, juga menghancurkan harapan.

Lelah membuatku ingin berhenti, June.

Mungkin.

Advertisements

3 thoughts on “Aku ingin bercerita, June

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s