Ibu hamil itu…

1488280_548100885286225_15914868_n
http://karelaloveshijab.blogspot.co.id

Pagi ini saya jadi teringat waktu hamil Raffi dulu. Mungkin  karena sehabis menjenguk teman yang sedang hamil dan opname di rumah sakit kemarin malam.
Hamil saya waktu itu gak susah, gak ribet dan gak pake acara ngidam yang berlebihan. Masih makan seperti orang normal. Hanya saja porsinya yang banyak. Ya iyyalah, kan sekarang makan untuk 2 orang.
Saya yang dulunya tidak suka sayur, terpaksa makan sayur supaya bayi saya sehat. Makan ikan dan buah yang banyak. Semua kata si mama, saya turutin. Karena, anaknya sudah lahir 3 toh. Apalagi yang harus saya ragukan. Beliau pasti sudah lebih paham tentang kehamilan. Hampir setiap hari ada lauk ikan di rumah. Itu karena saya baca, ikan terutama ikan laut bagus untuk perkembangan otak bayi.
Saat hamil, Hb darah saya kurang. Dokter menyarankan saya untuk makan hati lembu, bayam merah dan terong belanda dalam jumlah banyak agar Hb saya naik. Mereka khawatir saya akan kekurangan banyak darah saat melahirkan nanti.
Waktu kehamilan 5 bulan, saya pernah terjatuh di mall. Kepleset :D. Untungnya gak apa-apa. Padahal saya sudah pasrah. Dan kata dokter, rahim saya kuat. Makanya udah jatuh gitu juga masih baik-baik saja. Alhamdulillaahh.
Di kehamilan 9 bulan, punggung mulai sakit. Perut makin terasa berat. Tidur pun gak bisa lagi telentang, harus menyamping. Dan setiap pagi saya jalan keliling komplek, jongkok jongkok. Katanya sih supaya pas melahirkan nanti mudah.
Timbangan saya saat itu naik 12 kilo. Karena, semakin bayinya besar, makannya semakin banyak dan saya semakin sering kelaparan. Apalagi kalau tengah malam. Makanya saya selalu sedia roti di kamar. Jadi kalo takut keluar kamar tengah malam, tinggal makan aja.
Dokter sempat menyarankan saya untuk diet. Katanya, saat itu berat bayi saya sekitar 3,5 kilo. Saya diminta menurunkan berat badan karena khawatir badan saya yang kecil ini gak sanggup melahirkan dengan proses normal jika berat bayi lebih dari 3 kilo. Harus operasi. Jadilah saya diet dengan ngemil pisang kepok rebus setiap hari. Waktu ditimbang lagi, berat bayi sudah turun. Tapi apa dikata, semakin mendekati hari kelahiran, saya semakin kelaparan. Si bayi sepertinya sedikit rakus melahap apapun yang saya makan.
Sehari sebelum melahirkan, saya jalan pagi seperti biasa. Tapi saat pipis, ada flek di (maaf) celana saya. Saya pergi untuk memeriksakan kandungan. Dan si bayi sedikit diurut supaya kepalanya pas di mulut rahim. Diperkirakan saya akan melahirkan dini hari atau pagi.Benar saja, dini hari, perut saya mules. Saya perhatikan waktu kontraksinya. Di awal, kontraksi setiap 20 menit, kemudian setiap 15 menit, saat kontraksi sudah 10 menit sekali, saya membangunkan si suami dan juga mama. Koper yang sudah saya siapkan jauh hari tinggal diangkut. Jadilah jam 4.30 pagi kami berangkat ke rumah sakit. Di mobil, saya sudah gak bisa ngomong lagi. Diam saja dan meringis. Kontraksi sudah naik menjadi 5 menit sekali.
Tiba di rumah sakit sekitar jam 5.00 waktu Medan.  Si dokter masih sholat subuh, saya diperiksa dan ternyata sudah bukaan 4, cuma selang beberapa menit sudah bukaan 6 dan 8 ( mungkin itu karena saya rajin jalan dan jongkok jongkok ya :)) ). Dan saya disiapkan untuk persalinan. Lagi-lagi mereka khawatir dengan badan saya yang kecil tak seberapa ini. Oksigen dipasang, infus juga disuntik induksi. Gak lama-lama, jam 7.10 waktu Medan, lahirlah Ahmad Raffi Ananda Lubis dengan berat 3,5 kg dan panjang 50cm. Saya deg-degan menunggu suara tangisnya. Dan berulangkali ucap alhamdulillah saat mendengar suaranya yang nyaring.
Sebagai perempuan normal, saya terharu saat perawat mengangkat anak saya ke hadapan saya dan bilang “Anaknya laki-laki ya bu. Sehat. Semuanya lengkap.” Dan kemudian si bayi dibawa untuk dimandikan kemudian diadzankan oleh Ayahnya.
Iya, saya terharu. Rasanya lengkap sekali menjadi seorang perempuan. Diberikan rejeki anak dan melahirkan dengan proses normal. Allah baik sama saya :).

Semoga teman-teman perempuan lainnya diberikan rejeki yang sama seperti saya ya. Kalaupun belum, yakinlah Allah punya rencana lebih baik untuk kita 🙂

Dan si bayi itu sekarang sudah sebesar ini :p
IMG_20141005_065912_2

Advertisements

9 thoughts on “Ibu hamil itu…

  1. Sepertinya kalo hamil anak cowok emang ga ribet ya mba..aku juga kaya gitu dulu..
    makan lahap banget.. sampe bb naik 17kg.. 😀
    sempat disuruh diet dikit karena bb bayinya udh diatas 3 kg.. alhamdulillah banget diberi kemudahan banget ama allah saat hamil..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s