Ibu bekerja VS kerjaan rumah tangga

Ada yang bilang, ibu bekerja tidak sempat mengurus rumah tangga, tidak sempat memasak, tidak sempat duduk duduk ngobrol dengan anak, dan masi banyak lagi sangkaan tidak sempat lainnya. Padahal ya padahal, semuanya bisa dikerjakan walaupun bekerja di luar rumah. Sebaliknya, ada juga lho ibu ibu yang di rumah saja tapi rumahnya berantakan, anak dicuekin, makan juga beli. Jadi sebenarnya tinggal bagaimana mengatur waktunya ya kan *nyengir lebar*
Kebetulan, saya adalah ibu bekerja. Dan kebetulan juga, saya sendirian mencari nafkah. Punya 1 orang anak laki-laki yang beranjak remaja. Setiap pagi, saya bangun jam 4.30. Saya mandi, nyapu, buang sampah dan beberes, masak nasi kemudian solat subuh dan dilanjutkan masak sambil merelakan mesin cuci muter pakaian. Alhamdulillah anak saya tidak susah dibangunkan pagi.Β  Selesai masak, saya jemur pakaian trus menyiapkan sarapan anak saya dan bekal sekolahnya. Saya siap siap, sarapan bareng anak saya dan kami keluar rumah barengan.
Sepulang kerja, saya masih sempat bersih bersih halaman atau duduk duduk ngeteh sambil nunggu maghrib. .
Malamnya, saya masak lagi untuk makan malamnyaΒ  Kami makan bareng, ngobrol, nonton sesempatnya atau nemenin anak saya belajar. Banyak waktu kami untuk berdua.
Hari Sabtu, saya pergi barengan juga sama anak saya. Dia sekolah, saya ke pasar untuk belanja lauk pauk kami selama seminggu. Sepulangnya dari pasar, saya akan melakukan beberapa hal berikut:

  • membersihkan cabe, mengupas bawang, membersihkan ikan, ayam dan memotong motong sayuran. Bawang putih dan merah saya pisahkan agar aromanya tidak menyatu. Semuanya itu untuk masak selama seminggu. Kemudian saya masukkan ke dalam wadah terpisah dan ditutup rapat kemudian dimasukkan dalam kulkas.
  • Ikan ikan dan ayam saya bagi per hari, dimasukkan dalam wadah kemudian dimasukkan freezer.
  • Untuk tahu dan tempe memang tidak bisa lama lama. Tempe cuma 2 hari dalam kulkas. Kalau tahu, saya rebus tahu sampai airnya berasap (tidak sampai mendidih supaya tidak hancur), diangkat, dinginkan kemudian masukkan dalam kulkas beserta air rebusannya tadi. Lumayan tahan beberapa hari dan tidak asam.
  • Untuk bumbu-bumbu seperti jahe, lengkuas, kunyit, dll saya masukkan juga dalam wadah. Begitu juga tomat dan jeruk nipis. Kalau daun bawang dan seledri yang mudah layu, saya masukkan dalam plastik, tutup rapat. Jadi warna hijaunya tetap cantik dan tidak layu.

Ini saya siapkan agar tiap pagi sewaktu akan memasak, waktu saya tidak habis untuk mengupas bawang, cabe dan bumbu lainnya, sehingga waktu saya bisa lebih banyak untuk mengerjakan pekerjaan lainnya, termasuk sarapan bersama anak saya.

Ini contoh penampakannya. Ikan ikan sudah masuk freezer, gak sempat dipoto
Ini contoh penampakannya. Ikan ikan sudah masuk freezer, gak sempat dipoto

Di hari Minggu, saya memilih untuk tidak banyak melakukan pekerjaan rumah. Bener-bener me time. Di rumah, nonton, baca buku atau majalah, atau jalan dengan Raffi, plus kondangan :p.

Di lubuk hati yang terdalam, sesungguhnya saya ingin sekali bekerja di rumah atau sebagai freelance saja agar saya bisa ada di rumah saat anak saya pulang sekolah. Tapi tuntutan nafkah mengharuskan begini. Jadi, beginilah cara saya mengatur waktu dan menikmati hidup.

Begitulah. Karena semua perempuan punya alasan untuk bekerja atau tidak dan sebaiknya kita menghormati alasan mereka πŸ™‚

Hidup perempuan! :))

Advertisements

16 thoughts on “Ibu bekerja VS kerjaan rumah tangga

  1. harus pintar memanage segala pekerjaan ya, mbak jadinya. kalau saya sekarang ke pasar masih tiap hari. takutnya kalau beli sayur dan ikan buat seminggu itu keburu bosan sama ikannya dan sayurnya pada layu

    Like

  2. working mom vs stay at home mom emang selalu jadi bahan omongan ya. Padahal sih bukan masalah tinggal di rumah atau bekerja di luar tapi masalah mengatur waktunya πŸ™‚
    Sama tuh mba, aku juga di rapi rapi in buat masak seminggu biar gak ribet πŸ™‚

    Like

  3. Mbaaaak aku seneng banget baca postingan ini, Mama ku gak kerja tapi kegiatan sehari2nya mirip banget sama mbak. Pulang dari pasar juga sama banget suka bersihin semua belanjaan nya. Mama ku hobinya beres2, sampe2 sehari nyapu ngepel 3x, malem2 nyuci/nyetrika, gak ngerti lagi deh hahaha.
    Dan, kalau aku udah berumah tangga (suatu saat nanti), aku pasti kaya mama karena diajarin begitu hahaha. Juga mau kaya mbak biar tetap bisa bekerja. Yeaaaah hidup perempuan!

    *komen perdana dan panjang, maafin mbak – iya gakpapa fasy* πŸ˜›

    Like

    1. Ah, tosss dulu sama si tanteee, hahahaa. Mungkin kalo aku gak kerja, kerjaanku juga nyapu ngepel sampe 3x sehari ya, soalnya mamaku juga dulu gituu. Adekku yg cewek malah lebih menakutkan beres2nya :)))))

      iya fasy dimaafkan. Kamu kan lucuuukk ;p

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s