Serikat Tolong Menolong

eramuslim.com

Di tempat saya bekerja, dari 20 tahun lalu sudah dilaksanakan Serikat Tolong Menolong (STM). Saya sendiri baru bergabung sekitar 6 tahun. STM itu digabungkan antara dosen dengan pegawai. Iya, saya bekerja di kampus 😀

Bergabung di STM lumayan sangat membantu saat itu karena status saya yang masih pegawai honorer dengan gaji yang cukup cukup makan. Pada saat-saat tertentu seperti sakit atau ada anggota keluarga yang sakit atau meninggal, bantuan dari STM ini lumayan memberikan pencerahan. Dan iuran setiap bulannya juga tidak terlalu besar. Seperti saat saya pernah sakit dan juga anak saya pernah diopname, STM memberikan bantuan uang. Untuk dana yang dikeluarkan jika sakit atau meninggal, sudah ditentukan pada saat rapat tahunan. Bantuan sakit sekian rupiah, bantuan meninggal sekian rupiah. Dan di kantor saya, bantuan meninggal lebih besar. Saya pernah mendapatkannya saat mertua saya meninggal.

Semakin kesini, bantuan STM semakin berkurang. Sudah tidak ada lagi dana bantuan untuk sakit, hanya untuk meninggal saja. Sementara pada saat dipaparkan jumlah tabungan STM kami, jumlahnya sangat besar. Dan sudah tidak ada lagi kunjungan dari pengurus kepada yang sakit atau meninggal. Jadi, siapa yang dekat dengan siapa, itu yang datang berkunjung. Padahal sebenarnya, bukan hanya bantuan uang yang diperlukan, dukungan moril juga kan? Dan sebenarnya juga, bantuan sakit lebih diperlukan. Karena bisa saja selama masa hidup, kita beberapa kali sakit. Jika meninggal, ya sudah selesai semua kan? Dan diperlukan pengurus yang peduli terhadap semua anggotanya. Tapi pengurus sepertinya sudah tidak sempat memikirkan hal itu lagi.

Saya dan teman-teman jadi sedikit enggan. Tapi saya memang sudah meniatkan dana yang sudah saya keluarkan untuk iuran STM itu sebagai sedekah, jadi tidak perlu diingat-ingat lagi. Walaupun sebagai manusia, kadang saya terpikir juga, hehehe.

Dan ternyata, teman-teman yang lain lebih vokal untuk urusan ini. Hingga akhirnya diputuskan STM di kantor saya dibubarkan dan uang yang ada dibagi-bagi sesuai lama waktu bergabung.

Kemudian muncul lagi wacana untuk membuat STM baru yang anggotanya hanya pegawai saja, minus dosen. Dengan alasan, akan lebih mudah mengkoordinirnya dan rasa kedekatannya lebih kuat. Jadi, diharapkan adanya kunjungan-kunjungan bagi yang sakit atau meninggal, bukan hanya bantuan materi saja. Dan kali ini akan ada bantuan simpan pinjam bagi yang membutuhkan pinjaman uang. Tinggal dirapatkan bagaimana koordinasi dan mengatur standar operasionalnya. Semoga saja STM kali ini lebih hidup dan makin mendekatkan semua anggotanya.
Jika niat baik, insya allah akan berjalan baik, ya tidak? 🙂

Advertisements

6 thoughts on “Serikat Tolong Menolong

  1. dikampus tempat aku kerja juga ada yg kaya ini mba, namanya BSP (bantuan sosial pegawai), khusus pegawai aja sih, ga gabung ama dosen.. dan biasanya kalo ada pegawai atau anggota keluarganya yg dirawat atau meninggal dikunjungi rame2..

    Like

  2. Amiin, segala sesuatu yang baik akan menuai hasil yang baik juga mba, yg penting ikhlas.
    Satang ya STM itu tidak berjalan baik, mudah mudahan yang akan di bentuk lagi bisa lebih baik 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s