Belajar jadi cewe

Kayaknya saya udah pernah bilang ya kalau saya gak pinter pinter amat ngewarnain muka, walaupun punya beberapa alat perang untuk warnain muka?
Jadi, dulu itu saya dekil, item, males mandi, pokoknya bukan tipe cewe idaman cowo lah. Sementara adek saya yang cewe, doyan bebersih, doyan mandi, doyan cantik cantik. Jauuhh deh kelakuannya dari kakaknya ini. Si mama jelas merasa gagal mendidik anak cewenya menjadi cewe seutuhnya.

Mungkin ada beberapa dari temen-temen yang punya masalah yang sama dengan saya. Saya tuh gak suka kalau kulit saya ditempelin lotion, atau muka saya ditempelin pelembab dan sebagainya.
Gak asik. Muka rasanya jadi tebel dan gak nyaman. Apa ya, kayak lengket lengket gitu. Pokoknya saya gak suka. Dan saya gak mau pakai apa apa di wajah saya kecuali bedak baby.
Naah, masuk SMA, kan mulai tuh lirik lirik cowo. Suka sukaan, pengennya keliatan rapi dan wangi terus. Pengen keliatan cantik terus. Disitulah saya mulai mikir. Muka pengen dipakein pelembab biar putihan dan gak ada jerawat. Dan itu berlangsung sampai sekarang. Malah sekarang seringnya kalap kalo belanja produk kecantikan atau perawatan tubuh.
Walaupun, tetap aja saya mencari yang tidak lengket dan nyaman di kulit.
Kekurangan saya satu lagi, pengennya banyak, tapi males gerak. Jadi, kalo lagi pengen beli bedak, lipstick dan teman temannya, saya belanja online aja di Wardah Online. Semuanya ada.
image

image

Kebetulan saya cocok dengan Bb Cream dan bedak compactnya. Belanja seperti ini sangat membantu bagi orang yang malas seperti saya.
Mungkin saran untuk teman teman yang sama dengan saya, gak usah dipaksain dandan kalau memang gak suka. Karena nanti bakal merasa tersiksa banget. Pakai yang penting aja. Seperti:
– Bedak. Mungkin bedak termasuk penting, supaya muka kamu gak kelihatan terlalu mengkilap.
– Deodorant, biar kamu gak bau badan. – Body lotion supaya kulit kamu gak kering.
– Sunblock. Nah ini katanya perlu juga loo. Apalagi buat yang aktivitasnya banyak di luar ruangan. Kulit kita perlu dilindungi dari sengatan matahari.
Dan pelan pelanlah untuk mulai belajar merawat kulit muka dan badan supaya kamu tetap awet muda :p

Oiya, jangan lupa lipstick kamu! :))

Lipstick

wihiiii alohaaa tralalaaaa…
blognya berdebu yaaa (((iyaaa)))
jarang disapu yaaaa (((iyaaa)))
yang punya blog pemalas yaaa (((iyaaa)))

hiuihi… akhirnya buka blog juga setelah sebulan tak tersentuh, dikarenakan banyaknya tugas negara yang harus diselesaikan dan sibuk mengurus raffi yang patah tangan dan juga sibuk mengurus diri sendiri yang batuk tak kunjung sembuh

iya, kasian :))

jadi, kemarin tuh abis beres beres rak. dan baru sadar kalau aku tuh punya lipstick lebih dari satu. dan itu udah sebagian dikasihin ke orang orang terdekat. tapi kenapa masih banyak jugaaaaa *tanyakan saja pada rumput yang bergoyang*

dosa terbesar dan kemubaziran terbesar dari dulu adalah lipstick lipstick ini. aku selalu suka beli lipstick, padahal kadang gak kepake semua. cuma seneng liat warnanya, dan rata rata warnanya hampir sama. NUDE.

he eh

suka ngumpulin lipstick dari sejak smu. bukan cuma lipstick, tapi beberapa lipbalm, beberapa lipgloss, beberapa lip pencil.
nah truuss, smu dibolehin pake lipstick ke sekolaaahh??
ya enggaaak, lagi lagi cuma dibeli, dipandangin, disimpen.
mubazir yah? iyah? tapi yasudahlah. aku suka ^^

image
percayalag, ini hanya beberapa. sebagian sudah diberikan pada yang lebih membutuhkan :p
image
ini isinyaaaaa

walo gak da yang nanya, ini dia merk dan serinya dari kiri ke kanan ^^
Dari kiri ke kanan••
PAC matte sweet mocha, maybelline colorshow true toffee, wardah exclusive rosemary, sariayu karimunjawa 02, revlon living love that pink, revlon creme nude velvet, revlon creme rose velvet, revlon creme pink in the afternoon, revlon creme ginger rose, pixy moisture p-01, pixy silky fit choix camellia satin, pixy lip color conditioner red

begitulah.
atau mungkin juga karena aku pembosan, makanya aku suka ganti ganti warna lipstick yaa.

udah brenti disini? kapok?

enggak. masi ada beberapa lipstick yang pengen aku beli. cuma belom sempat aja pergi belinyaa.

temen temen, ada yang punya dosa kecil menyenangkan sekaligus menakutkan dompet seperti aku?

Serikat Tolong Menolong

eramuslim.com

Di tempat saya bekerja, dari 20 tahun lalu sudah dilaksanakan Serikat Tolong Menolong (STM). Saya sendiri baru bergabung sekitar 6 tahun. STM itu digabungkan antara dosen dengan pegawai. Iya, saya bekerja di kampus 😀

Bergabung di STM lumayan sangat membantu saat itu karena status saya yang masih pegawai honorer dengan gaji yang cukup cukup makan. Pada saat-saat tertentu seperti sakit atau ada anggota keluarga yang sakit atau meninggal, bantuan dari STM ini lumayan memberikan pencerahan. Dan iuran setiap bulannya juga tidak terlalu besar. Seperti saat saya pernah sakit dan juga anak saya pernah diopname, STM memberikan bantuan uang. Untuk dana yang dikeluarkan jika sakit atau meninggal, sudah ditentukan pada saat rapat tahunan. Bantuan sakit sekian rupiah, bantuan meninggal sekian rupiah. Dan di kantor saya, bantuan meninggal lebih besar. Saya pernah mendapatkannya saat mertua saya meninggal.

Semakin kesini, bantuan STM semakin berkurang. Sudah tidak ada lagi dana bantuan untuk sakit, hanya untuk meninggal saja. Sementara pada saat dipaparkan jumlah tabungan STM kami, jumlahnya sangat besar. Dan sudah tidak ada lagi kunjungan dari pengurus kepada yang sakit atau meninggal. Jadi, siapa yang dekat dengan siapa, itu yang datang berkunjung. Padahal sebenarnya, bukan hanya bantuan uang yang diperlukan, dukungan moril juga kan? Dan sebenarnya juga, bantuan sakit lebih diperlukan. Karena bisa saja selama masa hidup, kita beberapa kali sakit. Jika meninggal, ya sudah selesai semua kan? Dan diperlukan pengurus yang peduli terhadap semua anggotanya. Tapi pengurus sepertinya sudah tidak sempat memikirkan hal itu lagi.

Saya dan teman-teman jadi sedikit enggan. Tapi saya memang sudah meniatkan dana yang sudah saya keluarkan untuk iuran STM itu sebagai sedekah, jadi tidak perlu diingat-ingat lagi. Walaupun sebagai manusia, kadang saya terpikir juga, hehehe.

Dan ternyata, teman-teman yang lain lebih vokal untuk urusan ini. Hingga akhirnya diputuskan STM di kantor saya dibubarkan dan uang yang ada dibagi-bagi sesuai lama waktu bergabung.

Kemudian muncul lagi wacana untuk membuat STM baru yang anggotanya hanya pegawai saja, minus dosen. Dengan alasan, akan lebih mudah mengkoordinirnya dan rasa kedekatannya lebih kuat. Jadi, diharapkan adanya kunjungan-kunjungan bagi yang sakit atau meninggal, bukan hanya bantuan materi saja. Dan kali ini akan ada bantuan simpan pinjam bagi yang membutuhkan pinjaman uang. Tinggal dirapatkan bagaimana koordinasi dan mengatur standar operasionalnya. Semoga saja STM kali ini lebih hidup dan makin mendekatkan semua anggotanya.
Jika niat baik, insya allah akan berjalan baik, ya tidak? 🙂

Buah dan sehat

Saya orang yang males sekali untuk makan buah atau sayuran. Sukanya makan makanan yang manis, berlemak, atau msg tinggi seperti potato chips berbagai rasa yang banyak dijual di supermarket, atau mie instant yang kalo melihat bungkusnya aja udah bikin saya ngiler.
Si mama udah capek ngomelin cara hidup saya yang kacau itu. Omelannya selalu sama “jangan sampe sebelum tua udah sakit sakitan karena makananmu yang gak sehat itu yaaaa”.
Begitu.
Tapi, ngeyel saya gak ilang ilang.
Semenjak teman saya sakit karena masalah pencernaan, saya mulai khawatir. Apalagi ditambah berat badan saya yang semakin naik saja. Bikin berat dan mudah capek, hahahaaaha.
Jadi, mulailah saya mengkonsumsi sayur dan buah buahan. Kalau dulu, harus dikupasin dan dipotongin buahnya sama si mama baru dimakan, kalau sekarang, udah punya kesadaran buat ngupas sendiri. Gak malas lagi alhamdulillah. Mau gak mau, enak gak enak, tetap ada buah yang dikunyah setiap harinya. Walaupun favorit saya tetap pepaya, pisang dan pir.

image

image

Alhamdulillah perut jadi enakan, pencernaan lancar dan gak cepat sakit.
Iya, saya takut sakit. Masi banyak keinginan jalan jalan yang belum terlaksana. Dan alangkah enaknya kalau bisa selalu hidup sehat ya.
Kalau kamu, apa buah favoritmu?

Prasangka Baik

Sering membaca nasihat nasihat di beberapa web islami, buku atau tweet-tweet para pendakwah membuat saya akhirnya makin meresapi dan merasa jika agama itu menenangkan. Sakinah. Sampai akhirnya saat bulan puasa lalu, saya menonton ftv islami. Disitu ada adegan seorang Ibu yang mengangkat seorang anak jalanan sebagai anaknya sendiri. Padahal si anak berniat jahat padanya. Pada suatu ketika, si ibu dan suaminya pergi solat tarawih. Si anak tinggal di rumah megah mereka sendirian dan terpikir untuk memeriksa kamar orang tua angkatnya tersebut. Di meja rias, ada dompet berwarna hijau. Di dalamya terdapat uang dalam jumlah banyak. Si anak secepat kilat menutup kembali dompet dan bergegas keluar rumah untuk kabur membawa dompet tersebut. Continue reading “Prasangka Baik”

Disana, lelaki yang tak pasti hatinya

Sungguh lucu, jika kau melabuhkan hatimu pada beberapa dermaga. Memberi janji pada satu, dan harapan besar pada dua, atau tiga sekaligus.

Kau sapa mereka pada saat yang bersamaan, tanpa tau kalau mereka membalas sapaan darimu pun secara bersamaan.

Kau menyalahkan hidup. Kau menyalahkan Tuhan. Kau bilang Tuhan tidak adil karena tidak membiarkan hatimu bersorak gembira. Kau bilang hidupmu susah karena selalu ditinggalkan cinta.  Kau keluhkan hati para perempuan yang meninggalkanmu. Kau bilang mereka tidak setia. Kau sebutkan kelemahan hati perempuan, yang bahkan sebagai perempuan, aku sulit menghafalnya. Continue reading “Disana, lelaki yang tak pasti hatinya”

Pacarnya Verrel

Beberapa hari sebelum lebaran, siang, di angkot, aku duduk sebelahan dengan cewek yang asik dengan hpnya. Iya asik. Dikutak katik, dibaca, ngomong sendiri, ketawa sendiri. Nelfon sebentar, trus ngomong sendiri lagi, ketawa lagi. Karena khawatir cewek itu ga waras, aku mlipir dikit. Ehh dia malah nanya nanya “Kak, kalo nomer 0895 nomer apaan ya?”  Aku jawab gak tau. Terus nanya lagi “Kak, kalo kita buka akun Facebook orang, kira2 dia bisa buka juga ga dalam waktu bersamaan?“ Aku jawab, bisa.
Dia bolak balik nanya soal nomer handphone anu, inu, unu.
Kemudian mukanya mulai serius.
” Kak, saya mau nanya. Boleh ya? ” Aku ngangguk2 aja.
” Gini kak. Saya punya pacar. Pacar saya kerja di bidang infotainment. Artis kak. Verrel namanya.” Continue reading “Pacarnya Verrel”

Agama apa yg paling baik ?

Seorang ahli dari kelompok “The Theology Of Freedom” dari Brazil bernama Leonardo Boff bertanya pada Dalai Lama pemimpin umat Buddha dari Tibet.

Leonardo Boff: Yang Mulia, apakah agama terbaik?
Leonardo Boff menduga bahwa Dalai Lama akan menjawab, Agama Buddha dari Tibet atau agama Oriental yg lebih tua dari agama Kristen. Continue reading “Agama apa yg paling baik ?”

Blogger Istiqomah

Baru saja tercetus dari Priyasin Hardian saat saya sedang tidak melakukan apa-apa di hari Sabtu, selain membuat postingan di blog tentang review film.

“Betah ya? ngoceh di blog?”

Saya nyengir. Mungkin beliau sedikit gak ngerti kenapa saya masih saja suka ngurusin blog. Ngurusin badan malah enggak (nah, mulai main fisik :p). Dari dulu sampai sekarang masih saja ngoceh di blog, motoin makanan, motoin apapun yang bisa di share di blog. Sampai-sampai Raffi juga ikutan. Continue reading “Blogger Istiqomah”