Hagia Sophia Hardian

photogrid_1488210005807-01.jpeg

Apa yang lebih menyenangkan, selain bertemu dengan sosok yang kau gendong kemana mana dalam perutmu selama 9 bulan ini?

Terharu.

Saat pipinya didekatkan dengan pipimu, saat mendengar tangisannya.

Rasanya ingin teriak saat dokter mengeluarkannya dan menyebutkan status kelahiran bayi.

Sehat, lengkap, berjenis kelamin perempuan.
Hagia Sophia Hardian.

Lahir dengan proses sectio cesar.

Berat badan 3,6 kg

Panjang 50 cm

Dibantu dr. Letta Sari Lintang, SpOG

wp-image-302323281jpeg.jpeg

Kurasa, bukan hanya aku yang haru. Aku tak pernah bertanya pada Ayahnya, apakah dadanya membuncah bahagia dan haru saat melafazkan adzan di telinga bayi yang baru saja kulahirkan?
Tapi, sudahlah. Aku yakin, proses melahirkan yang sakit ini tidak seberapa dengan perjuangan kami nanti membesarkannya.
Semoga banyak yang sayang padamu, Nak 🙂

screenshot_2017-04-13-12-36-59-01.jpeg

Daftar Keperluan Bayi

Memasuki minggu ke 39 kehamilan, saya mulai berbelanja kebutuhan bayi. Mungkin karena ini anak kedua, walaupun usinya jauh sekali dengan abangnya, tapi saya gak mau kalap. Jadi saya beli yang perlu-perlu saja.

Supaya belanjanya tidak melebar kemana-mana, saya membuat list belanja, apa-apa saja yang paling diperlukan. Saya browsing, dan akhirnya saya memakai panduan dari mbak Fifi Alvianto . Sepertinya ini yang paling lengkap dan paling masuk akal.

belanja-perlengkapan-bayiTapi ya itu, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan dan isi dompet kita yaaaa.

  • Saya tidak membeli banyak banyak pakaian dan celana. cukup beberapa atau 1/2 lusin saja. Untuk celana poop, singlet, kaos lengan pendek, saya beli selusin, karena bisa dipake sampai agak gedean. Itu juga saya cari yang bahannya lembut dan elastis
  • Bedong, kaos kaki dan kaos tangan hanya ada beberapa. Sisanya saya dapet lungsuran dari adik saya 😀
  • Popok kain juga tidak terlalu banyak karena pengalaman si abangnya dulu, itu cuma dipakai sebentar saja. Setelah itu lebih sering memakai celana dan diapers.
  • Diapers kain saya cuma punya 5. Itu juga dikasi temen saya 😀
  • Topi dan slaber hanya sesekali digunakan. Jadi saya hanya punya masing-masing 2
  • Bak mandi bayi saya beli yang pinggirannya rendah dan harganya tidak terlalu mahal, hahaha. Saya masih suka kaget liat ibu ibu yang beli bak mandi bayi sampai setengah juta, padahal cuma dipake sebentar. Kalo saya sih, yang penting plastiknya aman, tidak ada sambungan yang tajam yang bisa melukai kulit bayi.
  • Untuk toiletries, saya membeli merk chicco. Katanya sih sabunnya aman. Tidak banyak busa seperti sabun bayi lain.
  • Baby box belum saya beli karena merasa masih belum perlu. Mungkin nanti akan saya beli jika diperlukan. Karena bayinya kan masih kecil, jadi saya memilih untuk tidur bersama si bayi
  • Sterilizer, saya juga belum beli, karena kata si suami, masih bisa diakalin dengan magic jar di rumah. Ada satu yang nagnggur. Kan sayang kalo gak kepake.
  • Stroller, naahh ini yang mungkin nanti akan dibeli. Karena lumayan memudahkan kalo membawa bayi jalan jalan

Saya sudah mulai mencuci baju baju bayi dengan detergent khusus untuk pakaian bayi. Saya simpan di dalam laci yang isinya hanya baju bayi, tidak saya campur dengan yang lain. Sementara barang-barang lain yang belum terpakai, saya simpan di dalam kontainer.

Sebelum belanja, buat list dulu supaya tidak bingung dan over budget. Bisa juga browsing sana sini supaya dapat barang yang benar-benar sesuai di hati. Beli seperlunya dan semampunya, karena bayi kan cepat tumbuh. Sayang kalo barang-barangnya udah dibeli banyak tapi cuma kepake sebentar. Kecuali untuk barang-barang yang bisa dipakai jangka panjang, bolehlah dibeli agak mahal dan sedikit lebih banyak jumlahnya.

Selamat berbelanja!